Pengendalian Mutu dan Efisiensi Pembiayaan Layanan Kesehatan di Rumah Sakit
Pelayanan kesehatan sangat bervariasi antar satu daerah, propinsi maupun negara maju/industri maupun dunia ketiga. Akan tetapi ciri dan sifat masalahnya tidak jauh berbeda satu sama lainnya dalam hal yang mendasar yakni semakin meningkatnya jumlah populasi usia lanjut (perubahan demografi), tuntutan dan harapan pasien akan pelayanan, perkembangan teknologi kedokteran dan semakin terbatasnya sumber dana maupun berkembangnya media komunikasi
Mutu/kualitas itu sendiri dapat ditinjau dari berbagai perspektif baik itu dari perspekstif pasien dan penyandang dana, manajer dan profesi dari pemberi jasa rumah sakit maupun pembuat dan pelaksana kebijakan layanan kesehatan di tingkat regional, nasional dan institusi.
Mutu Pelayanan
Suatu cara atau tehnik mekanisme pengambilan keputusan untuk profesi (Medicine, Nursing, Healthcare, Health Technology Asssessment), dan Sistem Layanan Kesehatan di rumah sakit sangat perlu dan penting untuk diketahui terlebih dahulu sebelum menetapkan arah pengembangan suatu sarana layanan kesehatan (rumah sakit) sehingga akan lebih mudah dalam menilai progresivitas dan kinerja (performance) dalam bentuk indikator indikator yang mencerminkan keadaan yang sesungguhnya.
Efisiensi Biaya.
Perkembangan sistem pelayanan kesehatan di rumah sakit secara prinsipnya mulai dari yang bercirikan pelayanan yang mendasar terutama waktu krisis keuangan , kemudian ekonomi mulai pulih dan masyarakat menuntut layanan kesehatan bercirikan ’yang terbaik’ dalam hal ini quality improvement. waktu antara tersebut, manajemen bercorak ’sesuai indikasi’ . Ternyata prinsip ’sesuai indikasi’ tidak memadai mengikuti perkembangan kemajuan teknologi maupun tuntutan masyarakat yang semakin kritis.dan prinsip manajemen ‘sesuai indikasi’ tersebut dianggap sebagai prinsip dan cara manajemen kuno. Sedangkan istilah, definisi dan dimensi akan efisiensi juga belum ada kesepakatan yang jelas dan eksplisit – tergantung dari berbagai perspektif. Efisiensi dapat digolongkan kepada efisiensi tehnik (technical efficiency), efisiensi produksi/hasil (productive efficiency) dan efisiensi alokatif (allocative/societal efficiency) termasuk didalamnya bidang market dan kesehatan. Dan akhir-akhir ini diperlukan prinsip manajemen kombinasi keduanya yang disebut sebagai prinsip manajemen layanan modern ‘yang terbaik sesuai indikasi medik’
Akibatnya:
Hospital performance sangat dipengaruhi oleh nilai dan norma serta standar yang berlaku dari profesi, pasien dan masyarakat – akan dikatakan memuaskan bila kinerja rumah sakit tersebut dapat memberikan pelayanan sesuai dengan norma dan standar .
Oleh karena itu Untuk suatu rumah sakit yang akan mulai berbenah diri, terlebih dahulu membuat Sistem Rumah Sakit (Corporate Governance) yang terdiri dari sistem manajemen rumah sakit, sistem profesi medis (Komite Medik dan SMF – Clinical Governance), sistem keperawatan, dengan berbagai subsistem untuk pelayanan, pendidikan/pelatihan serta penelitian rumah sakit dengan berbagai peraturan di tingkat rumah sakit (Hospital Bylaws) dan tingkat profesi medis (Medical Staff Bylaws)
