Bombo Unyil

Religious

Bombo Unyil

Cerita Anak Manusia bernama Unyil Lahir di TVRI tahun 70an ditayangkan tahun 1981 dan masih kuliah di Sekolah Dasar sampai hari ini, sementara cuti semester dan pada suatu waktu bertemu dengan Bombo , anak gadis ting-ting berasal dari Negri Nunjauh..

unyibombo

ceritanya dimulai dari baris ini….. Baca entri selengkapnya »

Filed under: Hikayat si Unyil , , , , , , ,

Bencana Bukan hanya Bencana Alam

Bencana Bukan hanya Bencana Alam

Pada umumnya ketika disebut bencana, yang ada di benak orang hanya bencana alam. Padahal bencana amat banyak macamnya. Ada bencana fisik, ada juga bencana bukan fisik.

Juga pada umumnya orang juga hanya takut dengan bencana fisik. Orang takut gunung api meletus, takut ada gempa tektonik, takut ada tsunami, takut banjir, takut tanah longsor, takut kebakaran hutan, takut flu babi, flu burung, dan sebagainya.

Korupsi merajalela sebenarnya juga bencana. Politik kotor juga bencana. Pemilukada dan Pemilu tidak jujur juga bencana. Maksiat di mana-mana juga bencana. Namanya bencana non fisik, bencana kemanusiaan.

Tampaknya orang-orang tidak terlalu takut dengan bencana yang satu ini. Maksiat malah dibisniskan. Korupsi malah dibudayakan. Politik kotor malah diorganisasikan.
Padahal yang namanya bencana pasti merusak, pasti destruktif. Seperti halnya bencana alam mengakibatkan kerusakan, bencana kemanusiaan juga mengakibatkan kerusakan.

Kerusakan akibat bencana alam memang cepat dirasakan. Beda dengan bencana kemanusiaan, prosesnya panjang sehingga kerusakannya baru dirasakan dalam waktu panjang pula. Ketika kerusuhan terjadi di beberapa daerah di negeri kita beberapa waktu lalu, maka serempak terjadi dua model bencana.

Ada bencana fisik seperti gedung dan rumah-rumah terbakar hingga tidak tersisa. Juga ada bencana non fisik yaitu bencana kemanusiaan berupa permusuhan antarmanusia. Dalam waktu yang tidak terlalu lama rumah-rumah dan gedung yang terbakar sudah diperbaiki dan pulih keadaannya. Tapi rusaknya hubungan kemanusiaan belum sepenuhnya pulih. Itu sekadar sebuah contoh.

Jadi, sebenarnya bencana non fisik atau bencana kemanusiaan tidak kalah berbahayanya dari bencana fisik. Korupsi uang negara bisa lebih berbahaya dari erupsi gunung berapi. Korupsi bisa menguras uang negara sampai triliunan rupiah, erupsi gunung berapi hanya menguras beberapa miliar untuk rehabilitasi.

Memang pada bencana alam ada korban nyawa manusia yang tidak bisa diukur dengan uang. Tapi bencana korupsi besar juga membuat banyak rakyat menderita bagai dibunuh pelan-pelan. Malah yang begitu lebih mengerikan.

Dari sejarah kehidupan manusia masa lalu, tercatat banyak kaum yang dimusnahkan Allah dengan azab berupa bencana alam. Artinya, bencana kemanusiaan yang berkepanjangan dalam bentuk kerusakan moral yang parah dan massif bisa berujung pada bencana alam yang meluluh-lantakkan. Puing-puing dan sejarahnya masih ada hingga kini.

Tentu kita tidak ingin menambah bukti sejarah itu untuk pelajaran anak cucu kita, bahwa sebuah negeri yang penduduknya sebagian besar hidup dengan cara korup, dan menikmati hasil korupsinya melalui berbagai kesenangan maksiat, kini hanya tinggal sejarah. Padahal, negeri itu dulunya indah, namanya Indonesia.

Filed under: Pembelajaran , , , ,

Penyakit manusia

1. MENYALAHKAN ORANG LAIN

Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet ? Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang
lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.

Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau ” mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. MENYALAHKAN DIRI SENDIRI

Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Anda pernah mengalaminya ? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong.”Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”.

Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang “Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. TIDAK PUNYA GOAL / CITA-CITA

Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain. “Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya
lu paling kencang”. “Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih”.
Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya cuma terengah-engah saja.

4. MEMPUNYAI “GOAL”, TAPI NGAWUR MENCAPAINYA

Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke
pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. MENGAMBIL JALAN PINTAS, SHORT CUT

Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba-tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada ! Kalau anda disuruh taruh
uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh ? Nggak mungkin !. Karena hal itu melawan kodrat.

6. MENGAMBIL JALAN TERLALU PANJANG, TERLALU SANTAI

Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take-off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya cuma ngabis-ngabisin avtur aja,
muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep iya. Iya kan ?

7. MENGABAIKAN HAL-HAL YANG KECIL

Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.

8. TERLALU CEPAT MENYERAH

Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.

9. BAYANG BAYANG MASA LALU

Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa ? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini
bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak Terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik ?? Nggak ada kan ? Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh,
pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. MENGHIPNOTIS DIRI DENGAN KESUKSESAN SEMU

Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama
dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan
menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong,terus takabur.

Filed under: Hidupkan Hatimu , ,

Inspirasi dari .....

It's a Ferret  - النمس

The Golden Gate

Between the present and the past

Alone in the storm

More Photos
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.